hidup tidak selalu berakhir bahagia. ketika kita dihadapkan pada realitas suatu kehidupan, sering kita melakukan penolakan. seringkali kita lebih mengamini kata-kata "tidak mungkin" ketika fakta yang terlihat oleh mata menunjukan sebaliknya. padahal jauh di dalam hati kita, kita tahu kebenarannya. hanya saja terlalu sulit untuk kita menerima suatu realitas.
hidup itu tidak seindah yang terlihat. aktivitas dalam hidup itu hanya sebatas bentuk visualisasi saja, jika kita tidak pernah paham tujuan dari kehidupan ini. pada hakikatnya kesendirian merupakan manifestasi sejak kita diciptakan oleh Tuhan, muncul dalam kesendirian dalam Rahim yang nantinya kita panggil dengan nama "ibu". someday kita pasti akan mati, membayangkan kematian itu menakutkan. hanya dengan membayangkannya rasanya nafas ini sesak. ada sesuatu terhalang di dada sehingga aliran udara tidak bisa terhirup dengan lancar. kita terlahir sendiri dan kita pun akan mati dalam kesendirian.
dalam menjalani hidup ini banyak sekali rasa sakit, nyeri dari luka baik fisik atau pun hati. itulah kenyataan hidup. hidup itu perjuangan, meskipun realitas selalu berseberangan dengan fikiran dan apa yang terlihat, tapi sepintar-pintarnya bau busuk ditutupi akirnya tercium juga. apa lagi jika sumber bau itu sudah diketahui letaknya maka kenajisan bagai bangkai, semua akan terlihat dengan jelas hanya dengan membuka 1 buah benda yang menutupi bau busuk itu.
lebih sakit jika kita tahu dan melihat dengan jelas semua bangkai hidup itu tapi tidak bisa melakukan apa-apa demi menjaga perasaan yang lain.
Tuhan apa artinya jika ada hambamu secara fisik terlihat seperti soleh. rajin beribadah, solat, puasa, ngaji. tapi dari segi kemanusiaan melukai sering melukai perasaan yang lain? manusia seperti apa yang disebut soleh itu?? buat ku segala sesuatu itu harus equal, seimbang, setara. antara ketaatan seorang hamba kepada-Mu dengan ibadah secara horizontal dengan manusia. tapi lagi-lagi kebanyakan manusia salah kaprah tentang praktek-praktek ketaatan kepada-Mu sebagai umat, sebagai hamba dalam ajaran agama-Mu?
disini ada yang bisa melihat dengan tingkat kecerdasan yang lebih tinggi, meskipun otak cerdas itu sudah digunakan untuk menutupi bau bangkai najis. Tapi semua gerak-gerik, bahkan penguasaan psikologi yang digunakan pun sudah terbaca. semuanya sudah ketahuan. hanya demi menjaga perasaan yang lain saja "diam" lebih baik. mudah-mudahan Allah mau membuka hati. amin.
aktivitas fisik sudah tidak ada artinya, semuanya terbaca dengan jelas. sadar dan tobatlah. Allah selalu memaafkan hambanya. i always WATCHING
nia, 30 Oktober 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar