Selasa, 04 Februari 2014

HOME

ada saatnya merasa di kecewakan dengan segala hal. hal yang pada awalnya di percayai baik namun seiring waktu mulai nampak aslinya. ada saatnya rumah tidak seperti suatu ruang yang biasanya dapat kita datangi. rumah yang terbiasa menjadi tempat untuk kembali pulang, menjadi makhluk terasing. hingga semua menjadi tidak dikenali.

muncul pertanyaan:
"kalau bukan rumah, kemana lagi tempat untuk kembali pulang?

maka langkah kaki pun secara tidak sadar menemukan jalan pulang di depan pintu rumah. rumah yang dari luar nampak megah, indah dan asri ternyata di dalamnya penuh dengan kebohongan, acak-acakan, kotor dan berantakan.

pertanyaan berikutnya:
"lalu kenapa kaki ini selalu kembali ke gerbang rumah yang sama?"

seandainya aku bisa masuk ke dimensi lain, aku ingin mencoba melebur atau mengurai menjadi makhluk-makhluk dimensi 2 atau 1. memecahkan diri hingga siapapun tidak akan sadar tentang keberadaan aku lagi di rumah ini.

aku membayangkan sedikit demi sedikit bagian tubuh ini mengurai masuk ke dalam dimensi lain mungkin menarik. aku bisa melihat manusia-manusia yang tinggal di dimensi 3 dan 4. aku akan mengamati perjalanan hidup mereka yang penuh kebohongan dan kemunafikan tiada akhir.

pertanyaan berikutnya:
" apa aku butuh tempat untuk pulang yang baru? sebuah bangunan yang baru? yang di dalamnya penuh dengan kejujuran dan apa adanya? dimana rumah itu???"

dan pikiran pun melayang-layang kembali ke masa kuliah dulu. masa-masa dimana ada rumah yang membuat aku tenang untuk kembali pulang. rasanya sudah lama tidak ke rumah itu. seandainya Allah memberi jalan mungkin lebih baik aku tinggal di rumah itu. rumah yang memperlihatkan apa adanya tentang tawa, marah, tangis, bahagia.

seandainya jika aku bisa masuk ke dimensi lain.

nyaz_251113

Tidak ada komentar:

Posting Komentar