sejarah, sepertinya hari ini banyak dari orang Indonesia yang sama sekali melupakan sejarah bangsanya sendiri dan tidak terkecuali saya. this is real. ternyata kuliah selama kurang lebih lima tahun belum bisa membuat saya tahu dan paham arti sebuah kejadian di masa lalu. hingga hari ini saya masih terus belajar.
tentu saja, bayangkan kisah masa lalu yang sudah ribuan abad lamanya harus saya pelajari dalam waktu 5 tahun. waktu yang sangat sempit sekali. apa lagi ada berbagai kisah, peristiwa, tempat dan orang-orang yang sangat banyak.
saya membayangkan, ya selalu itu hal yang saya lakukan setiap kali membaca atau pun menonton film tentang sejarah. saya akan masuk ke dalam buku atau film tersebut. masuk dan menjadi bagian masyarakat yang hidup pada masa itu.
seperti tadi, saya menonton sebuah kisah perjuangan yang dilakukan pada masa revolusi. saya baru mengerti. betapa pada masa itu bangsa kita berada "diantara". antara memilih RI atau RIS. memilih rakyat atau keluarga. memilih suku atau bangsa. memilih mati atau hidup. memilih perang atau menjadi pecundang??
waktu itu para pejuang RI kebanyakan berusia sekitar 16-20 tahun. mereka berani, kuat dan memiliki keyakinan yang teguh dengan pilihan hidupnya. sekarang saya membayangkan bangsa Indonesia saat ini yang berusia 16-20 tahun. mereka gampang terbawa arus, tidak berpendirian kuat, gampang galau dengan hal-hal remeh, tidak kenal dengan dirinya sendiri, merasa sesosok manusia yang terlahirkan paling menderita dengan alasan masalah hidup yang sedang mereka terima, berpikiran pendek dan egois. dan mungkin saya pun termasuk di dalamnya.hahaha
tapi saya percaya setiap manusia terlahir untuk terus belajar. jika gagal kita akan belajar memperbaiki, jika salah maka kita akan tahu mana yang benar bahkan ketika manusia melakukan dosa, Tuhan pun masih mengajarkan caranya bertobat.
pelajaran yang paling berkesan hari ini adalah bahwa saya terlahir di Indonesia, seharusnya saya bangga dan cinta dengan negeri ini. hadiah yang tidak terkira dari para pejuang, pahlawan yang telah mati dan gugur di medan perang. alangkah berdosanya jika kita sia-siakan pengorbanan mereka. tapi bagaimana caranya agar kita bisa berterima-kasih pada orang-orang yang sudah mati lebih dulu itu??
satu, jangan merusak apa yang sudah ada di negeri ini. semuanya. dalam artian yang luas.
nia, 1 desember 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar