aku bagaikan bayang, bayang-bayang.
kemanapun engkau berjalan selalu mengikuti.
bagaimana pun gerak tubuhmu, akan selalu menjadi raja bagi gerakku.
ya, dan aku bagaikan bayang-bayang.
selalu tak memiliki arti dan terlupakan.
selalu tak memiliki daya jika kau masuk ke dalam gelap.
ruang gelap adalah ketakutanku,
di dalamnya aku menghilang dan menjadi tak memiliki arti.
aku hilang dalam gelap.
cahaya, selalu memberikanku wujud.
lewat cahaya aku bisa kembali menirukan langkahmu, menirukan gerakmu.
cahaya adalah kekuatanku.
meski aku sering terlupakan,
tak apalah selama aku selalu menjadi bagian darimu.

kembali teringat semua kenangan masa-masa kecil dulu. membuka kembali album-album lama. aku, aa dan mayang. terpampang semua kepolosan masa kecil dulu. tanpa dosa. tanpa beban. setiap hari yang kami lakukan sekolah, main, ngaji dan terakhir tidur. terus begitu.
sekarang kami semua sudah bukan anak-anak kecil lagi. kami memiliki dunianya masing-masing.
aa sudah tepat satu tahun usia pernikahannya dengan teh Rayung sari. saya masih sibuk dengan pekerjaan ngajar-mengajar dan mayang mahasiswa tingkat akhir di jurusan kimia IPB.
sekarang, kami bukan anak kecil lagi.
dulu kalau aku menangis paling-paling gara-gara berantem sama aa atau sama mayang cuma buat hal sepele. aa sang raja penguasa game SEGA atau NINTENDO, salah satu permainan game yang paling diminati tahun 1990-an. aku orangnya suka banget maen 'bepe', semacam permainan orang-orangan dari kertas. bahkan permainan bepe itu permainan yang lebih rame dari pada maen barbie. yang kedua maen masak-masakan. dan mayang anak kecil yang bisanya cuma ikut-ikut teteh sama aanya maen.
semua itu sekarang bagaikan bayang-bayang. selalu mengikuti langkah dan gerak kita kemana pun. kenangan masa kecil yang membentuk kita. tiga bersaudara.
kami dewasa sudah tidak lagi sepolos dulu, anak-anak yang tanpa beban. semua memiliki hidupnya masing-masing dan masalahnya masing-masing.
keluarga. selalu menjadi kata sakral nan magis.

aku dan aa

mayang dan aa
nia, 2 desember 2013
kemanapun engkau berjalan selalu mengikuti.
bagaimana pun gerak tubuhmu, akan selalu menjadi raja bagi gerakku.
ya, dan aku bagaikan bayang-bayang.
selalu tak memiliki arti dan terlupakan.
selalu tak memiliki daya jika kau masuk ke dalam gelap.
ruang gelap adalah ketakutanku,
di dalamnya aku menghilang dan menjadi tak memiliki arti.
aku hilang dalam gelap.
cahaya, selalu memberikanku wujud.
lewat cahaya aku bisa kembali menirukan langkahmu, menirukan gerakmu.
cahaya adalah kekuatanku.
meski aku sering terlupakan,
tak apalah selama aku selalu menjadi bagian darimu.

kembali teringat semua kenangan masa-masa kecil dulu. membuka kembali album-album lama. aku, aa dan mayang. terpampang semua kepolosan masa kecil dulu. tanpa dosa. tanpa beban. setiap hari yang kami lakukan sekolah, main, ngaji dan terakhir tidur. terus begitu.
sekarang kami semua sudah bukan anak-anak kecil lagi. kami memiliki dunianya masing-masing.
aa sudah tepat satu tahun usia pernikahannya dengan teh Rayung sari. saya masih sibuk dengan pekerjaan ngajar-mengajar dan mayang mahasiswa tingkat akhir di jurusan kimia IPB.
sekarang, kami bukan anak kecil lagi.
dulu kalau aku menangis paling-paling gara-gara berantem sama aa atau sama mayang cuma buat hal sepele. aa sang raja penguasa game SEGA atau NINTENDO, salah satu permainan game yang paling diminati tahun 1990-an. aku orangnya suka banget maen 'bepe', semacam permainan orang-orangan dari kertas. bahkan permainan bepe itu permainan yang lebih rame dari pada maen barbie. yang kedua maen masak-masakan. dan mayang anak kecil yang bisanya cuma ikut-ikut teteh sama aanya maen.
semua itu sekarang bagaikan bayang-bayang. selalu mengikuti langkah dan gerak kita kemana pun. kenangan masa kecil yang membentuk kita. tiga bersaudara.
kami dewasa sudah tidak lagi sepolos dulu, anak-anak yang tanpa beban. semua memiliki hidupnya masing-masing dan masalahnya masing-masing.
keluarga. selalu menjadi kata sakral nan magis.

aku dan aa

mayang dan aa
nia, 2 desember 2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar