Selasa, 04 Februari 2014

Kebaikan

manusia terlahir dari bayi yang tidak bisa apa-apa sampai tumbuh sedikit demi sedikit. dalam pertumbuhanya manusia belajar memahami bagaimana caranya berjalan, berbicara hingga sampai pada akhirnya tumbuh dewasa dan dapat menggunakan pikirannya dengan baik.

manusia terlahir pada dasarnya membawa titipan pesan yang Allah berikan sejak masih di dalam janin. apa pesan itu? kebaikan. orang-orang yang beragama harusnya memahami ini, agama diturunkan dengan membawakan kebaikan. bagaimana kita berlaku sebagai manusia, sebagai mahkluk dan sebagai sesama. 

agama itu tidak pernah salah, tapi banyak orang-orang yang tau banyak tentang agama memanfaat kebaikan dalam agama untuk kepentingan dan keuntungannya sendiri. apa artinya kehidupan di dunia jika hanya dibayar oleh nafsu sesaat manusia. manusia demi mencari dunia berkejar-kejaran saling menyabot bahkan menyakiti sesamanya demi keuntungan yang tidak seberapa?

bukan hanya dalam televisi atau selentingan kabar saja. tapi ketika saya melihat dengan kepala sendiri dimana orang yang lebih tau tentang ajaran agamanya melakukan sesuatu yang dibenci Allah itu menjadikan saya berfikir ulang. membuat saya merasa prihatin dan ironis dengan kenyataan yang ada. 

ingatkah kalian tentang kisah Nabi Syu'aib dimana umatnya di azab oleh Allah karena senang mengurangi timbangan?? bukankah itu kalau pada zaman sekarang kita sebut korupsi?? ingatkah kalian bagaimana azab Allah turun atas umat yang sering mengurangi timbangan itu??

"Kemudian mereka ditimpa gempa, sehingga merekapun mati bergelimpangan didalam rumah-rumah mereka(s. Al-A'raf ayat 91)

apakah tidak ada pembelajaran yang didapatkan dari kisah nabi terdahulu??

setiap hari kita di ajarkan untuk mengingat Allah, untuk meneladani Rosul. tapi pada kenyataanya hati dan kebaikan sudah tertutup.

hal ini membuat saya untu kesekian kali menyetujui agar janganlah melihat sesuatu dari tampilan luarnya saja. apa yang terlihat olah mata itu semua hanya permainan kerja otak yang fungsinya lebih banyak penipu persepsi manusia. hati, hanya pengelihatan hati saja yang bisa melihat jauh lebih dalam dari pada yang hanya terlihat secara fisik. 

Nabi kita Muhammad selalu mengajarkan kepada kebaikan, jika kalian tahu bagaimana sayangnya nabi pada umatnya pasti kalian tidak akan tega mengkhianati rasa sayang beliau hanya dengan mengikuti hawa nafsu keduniaan saja. nabi yang sampai pada akhir hanyatnya hanya menyebutkan kita, hanya memikirkan kita umatnya detik-detik sebelum beliau wafat. beliau yang tidak tega meninggalkan kita. seandainya kalian memahami betapa sayangnya nabi pada kalian. 

hanya satu pesan Nabi, sebarkanlah kebaikan. pasti kalian tahu yang mana yang benar dan mana yang salah lewat kati kalian. karena sejak kita di alam Rahim Allah sudah menitipkan pesan kebaikan pada kita untuk kita berikan kepada yang lain saat kita hidup di dunia.



nia_151113

Tidak ada komentar:

Posting Komentar