Sabtu, 06 Agustus 2011

PUASA Tahun ini

Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, puasa tahun ini saya merasa lebih “ikhlas”. Bahkan saya merasa ini memang keharusan saya sebagai seorang muslim. Beda dengan tahun-tahun sebelumnya, meski dijalani sesungguhnya penuh dengan “terpaksa”. Terpaksa menahan lapar, terpaksa menahan haus, terpaksa baca quran, terpaksa tarawih, terpaksa bangun sahur. Entah ada apa? Meski saya sadar puasa tahun ini masih jauh dari baik, tapi saya melaksankan semuanya dengan ikhlas bahkan senang. Why? Saya merasa ini adalah waktu saya. Kapan lagi saya bisa lakukan ini?
*
Ya, awalnya saya sering malihat hal-hal yang berbau takdir, nasib atau apa pun itu yang kesemuanya di luar kemampuan kita yang serba terbatas.
Pertama takdir yang paling tidak kita sangka-sangka dan membuat kita kehilangan daya adalah kematian. Kata ini adalah kata yang dulu paling ingin saya hapus dalam pemberdaharaan kata. Saya takut mati, karena saya takut neraka. Saya sadar saya banyak dosa. Kalau udah mulai ngedenger cerita-cerita tentang hukuman para manusia-manusia berdosa di neraka,hiiiiii ngeri banget! Katanya yang ga bisa ngejaga kemaluannya bakal ada besi panas yang ujungnnya tajam bakal nusuk kita dari dubur sampe ubun-ubun kepala. Kalau perempuan ga nutupin rambutnya bakal ada uler gede yang bakal narik rambut kita kelak dan masih banyak kengerian neraka yang saya takutin-bahkan sampai sekarang.
KEMATIAN!
Satu kata yang ga punya negosiasi tentang siapa yang bakal jadi temannya, bahkan detik ini. Detik berikutnya pun sangat misteri buat satu kata ini. Akhir-akhir ini saya beru tersadar kalau di sekeliling saya banyak orang yang meninggalkan jasadnya. Entah dimana roh merea itu? Wawlallahualam... saya yang was-was ini merasa harus bisa mempersiapkan kematian ini dengan sebaik mungkin. Nyesel banget kalo saya meninggal kalo lagi ngelakuin sesuatu yang ga ada gunanya, dan itu sering kali terjadi. L
Kedua tentang alam kita ini, katidakseimbangan alam yang menyedihkan ini, yang disadari atau enggak udah ditahap WARNING! Kadang miris dan ironis waktu saya seangkot dengan ibu-ibu atau orang yang terlihat baik tapi mereka membuang sampah dengan sembarangan udel mereka. Satu, dua, tiga ,empat dan bahkan tidak terhitung mereka yang melakukan itu di detik yang sama! Oh God seberapa sampah banyak tercecer mengotori bumi ini lagi?
Cry my earth...dari senangnya saya tentang alami ini, saya mulai cari-cari tau tentang mereka. Ternyata yang alami ini lebih baik! Tapi orang lebih banyak yang tidak memperdulikannya. Bukankah kita khalifah diatas bumi ini? Bukan hanya khalifah kepada manusia saja kan??? Gimana nasib pohon, tanah, tumbuhan, hewan? Someday you, yes you..kamu bakal ngerasain sendiri dari sikap tidak menghargai alam. Jangan salahkan Tuhan katika banyak bencana terjadi, itu semua yang mereka lakukan adalah penyembuhan untuk mendaur ulang lagi fisik (alam) mereka yang telah rusak. Bukankah tubuh kita pun melakukan itu? Tapi manusia malah menyalahkan melapetaka ini disebabkan Tuhan yang lalai dari tugasnya. Mereka menyalahkan peperangan dan bencana kepada Tuhan? Mereka bilang mana Tuhan yang maha pengasih dan penyayang pada saat ada banyak perang dan bencana.hahaha. lucu. Yang pengen perang siapa? Yang ngerusak alam siapa?
GILA
Ketiga adalah waktu. Waktu selalu menjadi sesuatu yang paling seru kita obrolin. Waktu mencakup yang lalu-sekarang-masa depan. Hah! Keluar deh ilmu-ilmu sejarahnya.hehehe. yah waktu, sesuatu yang selama ini mejadi sesuatu yang spesial dalam pikiran saya. Jika saya memikirkan waktu maka tidak akan ada habisnya. Bukankah kita hari ini adalah hasil kita masa lalu, dan pastinya saat ini kita merencanakan masa depan kita minimal satu detik ke depan mau apa? Meski hanya untuk diam.
Seakan-akan jika memikirkan hal pertama dan kedua, saya jadi tidak memiliki waktu lagi. Tidak ada lagi kata tunda untuk yang kedua itu. Saya mau berubah. Mempersiapkan kematian saya dengan lebih baik. Tapi selama hidup ini bekal saya lebih baik dengan mereka alam-manusia. Sebaik mungkin. Karena saya orang cuek yang terlalu asik sendiri. Saya coba untuk rubah itu.
Semoga saya bisa-
*
Puasa tahun ini, rencana tahun-tahun kemaren yang belum terwujud semoga bisa terlaksana:
1.      Tadarusan tamat
2.      Tarawih tiap hari –kalo ga haid
3.      Shalat sunah
4.      ^.^
Bisa ga yah??heheh
Waktu udah menunjukan pukul 22:52
*
Orang-orang yang saya pikirkan dan berat untuk jauh dari dirinya:
1.      Nenek saya-emak panggilan akrab saya kepada beliau. Emak ini bisa jadi sudah seperti ibu sendiri bagi saya. Saya waktu kecil di asuh oleh emak, hingga saya mulai kuliah pun saya lagi-lagi harus dibawah asuhannya. Emak.
Memang saya cucu yang tidak berbakti, saya labih banyak menghabiskan waktu dikamar dengan kesibukan autis saya atau hanya sekedar tidur saja. Padahal kapan lagi saya punya banyak waktu dengan emak buat ngobrol. Aahhhh emak sih ga suka ngedengerin orang cerita! Neng juga kan pengen curhat ke emak. Kalo emak yang cerita udah pasti neng dengerin dengan setia ko J
Emak, kemaren-kemaren sempet sakit-sakitan. Kadang ada sih pikiran buruk. Tapi alhamdulillah sekarang emak udah sembuh. Tete sehat selalu yah emak. I love u

2.      Ibu dan Bapak, memang yang namanya anak sama orang tua pasti aja ada pas berantem-berantemnya, mau itu berantem hal sepele mau hal yang serius. Buat ibu sama bapak maafin neng yah, doain terus neng biar ga ngecewain lagi ibu sama bapak.

3.      My brother aa and sister mayang plus dini, kalian sukses terus yah? Yahhh, pokoknya semangat ngejalanin idup mah... jangan nyerah ;)

4.      For me keep spirit and smile :D. Loh ko diri sendiri?

2 Agustus 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar