Tuisan ini di kutip dari buku Menatap punggung Muhammad karya Fadh Djibran
bila Maulana Muhammad Rosullah datang mengunjungi rumah kita barang sehari atau dua hari.
Bila kekasih Tuhan itu datang tak di sangka-sangka. Apakah yang akan kita lakukan? Akan kah kita menyediakan ruang tamu yang terbaik bagi tamu kita yang terhormat itu Muhammad SAW. Kita akan meyakinkannya bahwa kita berbahagia melayaninya adalah suatu kehormatan yang tak terkira,lalu apa bila hari itu datang Maulana mulai mengetuk rumah kita dan memberi salam,
"assalamuallaikum wr wb"
apakah kita akan menyambutnya dengan kata-kata biasa seperti keseharian kita?
"hei Rosul! Selamat malam, duduklah Rosul. Apa kabar?"
bila..
bila Maulana Muhammad Rosulullah yang agung itu pujaan kita datang ke rumah kita. Apakah qt harus mengganti pakaian dulu untuk mengantar dia masuk atau mengganti pakaian agar lebih sopan? Atau bagaimana?
Lalu ketika dia mulai masuk perlukah kita menyembunyikan seluruh majalah dan barang masa kini sambil mengedepankan al-Quran di posisinya yang paling mewah,membersihkannya dari debu2 lalu berkata,
"wahai Rosul ini al-Quran ya Rosul,setiap hari aku membacanya"
atau bagaimana?
Bila Rosulullah tersenyum ke arah kita, sementara televisi menyala, majalah-majalah terbuka.
Bagaimana?
Apakah kita akan segera mematikan dan menutupnya? Haruskah kita menjelaskan kepadanya,
"ini majalah orang dewasa ya Rosul, ini tidak ada. ini infotaiment ya Rosul,ini film holiwood!"
atau bagaimana?
Ya,, bila Rosulullah datang ke rumah kita. Mengetuk pintu rumah kita,bagaimana bila Dia mulai masuk melangkah ke rumah kita?
Bila ia tersenyum ke arah kita?
Bila ia menyapa kita?
Bila ia menyalami kita?
Bagaimana?
Bila pipi2 kita bersentuhan dengan pipi2 suci, bila mata kita bertemu dengan tatapan suci, bila kita mendengar salam dari bibir sucinya,
bagaimana?
Dan Bila kita mendengar musik yang begitu indah atau menghentak dan mendendang lalu kita mulai bergoyang tiba-tiba dengan irama, apakah kita akan berkata
"musik ya Rosul! It's music ya Rosul! Rosul mau ikut berjoget, indah ya Rosul!"
atau bagaimana?
hahaha..
Ya,terlalu banyak yang harus kita jelaskan kepadanya tentang semua.
Ini bila..
Bila Maulana Muhammad Rosulullah mengunjungi kita. Masihkah kita memakai kata-kata lazim yang kita ucapkan itu?
"ANJING! GOBLOK! SETAN!"
atau bagaimana?
Bila Rosulullah memutuskan untuk bermalam di rumah kita. Akankah kita mengalami kesulitan disaat makan untuk mengucapkan kata syukur dan berkata
"alhamdulillahirobila'lamin"
atau bagaimana?
Akankah kita mengalami kesulitan saat menyatakan ketakjuban kita dan berkata
"subhanallah"
akankah kita mengalami kesulitan untuk menyesali kesalahan kita dengan berkata
"astagfirullala'adzim"
atau bagaimana?
Atau masihkah kita memakai kata2 biasa, seperti kata2 yang kita pakai di keseharian kita
"aduh anjing! Setan! Goblok!"
atau bagaimana?
Lalu yang lebih menarik lagi..
Mampukah kita bangun subuh dari kebiasaan kita bangun siang?
Akankah kita berkata pada Rosul yang mulia itu,
"baginda Rosul, bangun pagi adalah kebiasaan kita ya Rosul sebelum adzan awal pun kami sudah bangun ya Rosul' kami tak usah di bangunkan muadzin. Shalat subuh adalah hobi kami ya Rosul!"
atau bagaimana?
Dan apa bila Rosulullah mengajak kita berjalan-jalan di kota, mol, restoran, ke toko-toko, ke bioskop, ke bar kesemuanya, ke tempat-tempat disko di kota kita yang indah.
apakah kita akan menjelaskan kepadanya,
"Ya Rosul ini pakaian dalam ya Rosul, ini pakaian luar Ya Rosul"
atau bagaimana???
menarik,,
kita harus menjelaskan semuanya.
kalau kita berfikir suatu saat Rosulullah datang mengunjungi kita, lalu bagaimana bila 2 hari itu selesai? Baginda Rosulullah terus pulang. apakah kita akan berkata,
"HUH BEBAS! akhirnya Dia pulang juga! MERDEKA!"
atau bagaimana?
atau kalian, kita semua harus menjelaskan..
ataukah kita akan menatap lekat punggungnya dengan kesedihan luar biasa bila Rosulullah Salullahualaihi Wasalam itu LARI, bila tamu kita yang agung nan surgawi itu PULANG untuk selama-lamanya dengan punggung yang menjauh menjelma sunyi, meninggalkan kita semua.
atau bagaimana?
apakah kita akan membacakan shalawat untuknya?
bila ya, apakah kita menghapal bacaan shalawat?
bila Rosulullahua'laihiwasalam pulangdari rumah kita dan tak akan pernah berkunjung lagi.
akankah kita selalu rindu?
akankah kita menyesal sudah menyia-nyiakan kunjungannya?
atau bagaimana??
bila ia datang
bila kita menjamunya
bila ia pulang
bila ia lari meninggalkan kita
bila ia takkan berkunjung lagi ke rumah kita
bila kita takkkan menemuinya lagi
bila kita takkan menatapnya lagi...
bagaimana?
ini bila...
bila Rosulullah Muhammad itu datang ke rumah kita. kau, kita harus menjelaskan semuanya....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar